Thursday, July 23, 2015

[Reka] Mudah, Untukmu

Aku tidak apa-apa. 

Kata yang selalu ku ulang dalam hati ketika mataku bertemu dengan matamu. Kamu melempar senyum yang melampaui batas wajar keindahan. Aku memalingkan muka, kamu mengernyitkan dahi.

Jangan kembali.

Kata yang selalu ku ulang dalam hati ketika kamu menanyakan kabarku. Apakah penting bagimu untuk tahu bagaimana aku menjalani hari, setelah petang itu kamu memutuskan untuk tidak lagi berjalan ke arah yang sama denganku?

Seandainya.

Kata yang selalu ku ulang dalam hati ketika aku ingin sekali kamu merasakan luka yang sama denganku. Agar kamu mengerti bahwa sulit untuk bernapas ketika kamu didekatku. Agar kamu tidak lagi mengusikku.

Aku benci kamu.



Gita Siswari

Monday, April 7, 2014

[Memoar] Changing

Ketika orang yang kamu sayangi berubah, dan mungkin kamu tidak tau perubahan itu baik atau buruk, telan saja durinya. Biarkan kerongkonganmu merasakan sakitnya untukmu, agar kamu tidak bisa menjerit menyuarakan sakit yang bahkan kamu tidak tau karena apa. Agar tidak ada seorangpun yang tau bahwa kamu sedang berada dalam pusaran perubahan. Kamu tau bahwa hidup adalah tentang perubahan, tapi kamu tak mau menerima badai perubahan yang seharusnya menderamu. Kamu melakukan itu untuk seseorang yang pada akhirnya tidak mau melawannya juga demi kamu. Lantas buat apa kamu berkorban? Lepaskan saja semuanya, ikuti pusarannya. Berubah karena tak ingin diremehkan tidak salah, bukan?

Thursday, March 27, 2014

[Memoar] Benteng


Saya merasa hebat ketika berhasil menekan ego untuk kepentingan orang lain
Tapi saya merasa kalah ketika ternyata mereka tak mau mengalahkan egonya demi saya
Terima kasih sudah membantu mengoreksi kekurangan saya
Saya juga akan mulai membangun benteng ego
Bukan karena pembalasan dendam, hanya untuk melindungi diri sendiri

Wednesday, February 26, 2014

[Memoar] Bukan Berarti

Ketika tidak ada lagi kamu dalam setiap celotehku, bukan berarti aku tidak lagi memikirkanmu.
Ketika aku tidak lagi mencarimu seperti orang gila ketika kamu menghilang, bukan berarti aku tidak lagi peduli kepadamu.
Ketika aku tidak lagi menunjukkan cemburuku padamu, bukan berarti hatiku tidak merasakannya.
Seperti halnya pasir. Semakin erat aku menggenggamnya, semakin mereka ingin lolos dari jari-jari tanganku.
..dan aku, tidak ingin kamu berlalu seperti pasir-pasir itu.

Thursday, February 20, 2014

[Memoar] Satu-satunya

Mungkin terbang, mungkin tertatih
Mungkin tersakiti, mungkin diobati
Mungkin menangis, mungkin tertawa
Aku bisa mengatakan ini mungkin
Atau, itu juga mungkin
Tapi menjadi bagian dari hidupmu, adalah satu-satunya kemungkinan terindah yang Tuhan berikan kepadaku

Tuesday, December 17, 2013

[Memoar] Tolong

Sementara aku menata dan menyesuaikan sesuatu yang baru bagi kita, tak bisa kah kamu ikut membantu?

Thursday, October 24, 2013

[Random Thought] Mesin Waktu?

    Pernah nggak sih kalian sadar akan satu hal setelah nonton film/drama? Saya sih sering banget-banget-banget. Barusan aja saya nonton drama korea (Yes, I do love watching K-Drama!) yang judulnya Future Choice. Dan pikiran saya serasa diketuk.
    Disitu ada quotes "Fate is still fate". Mungkin kalimat itu udah banyak banget bertebaran di timeline twitter kalian. Tapi.. pernah nggak sih kalian 'masuk' ke dalam kalimat itu?
    Iya, saya tau takdir tetaplah takdir. Kalian juga pasti tau. Tapi, pastiiiii, pasti banget saya dan kalian pernah berharap (walaupun cuma setitik), "Bisa nggak sih waktu diulang lagi?".
    Nahloh, harusnya kalau kalian udah tau arti dari "Fate is still fate" kalian nggak bakal mikir gitu. Kenapa? Karena takdir tetaplah takdir. Haha. Gini gini, kalau kalian udah ditakdirkan untuk sesuatu hal, misalnya ketemu sama seseorang. Tapi di kemudian hari kalian merasa menyesal dan merasa kalau pertemuan kemarin itu salah besar. Terus kalian berharap bisa ngulang waktu dan menghindar supaya nggak ketemu sama orang itu. Ya kan? Itu.Nggak. Akan. Berhasil.
    Fate is still fate. Takdir tetaplah takdir. Sekuat apapun  kalian berusaha ngerubah takdir, it wouldn't change. Sumpah, itu nggak akan berubah. Yang berubah cuma jalannya.
    Ibaratnya kayak rumah. Jalan menuju rumah kalian nggak mungkin kan cuma satu? Pasti ada alternatif-alternatif lain yang bisa kalian lewati. Tergantung kalian mau pilih yang mana. Mau pilih jalan yang muter? Jalan yang paling cepet? Atau mau jalan-jalan dulu? Sama halnya kayak takdir, kalian mau sampai ke takdir itu lewat jalan yang mana.
    Mesin waktu? Saya rasa nggak perlu :)
    ..dan manusia, harusnya nggak usah repot-repot bikin hal kayak begitu, because fate is still fate.