Sunday, May 29, 2011

[Memoar] All You Need

Aku adalah kau. Aku hidup didalam dirimu.
Aku dan kau tahu, kau tak mengharapkan sesuatu yang bernilai tinggi. Aku dan kau juga tahu, kau tak pernah menginginkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi milikmu. Aku dan kau sama-sama tahu, kau bahkan tak sedikitpun menyesal atas kekacauan yang terjadi di hidupmu belakangan ini. Tapi hanya aku yang tahu, bahwa kau hanya ingin dihargai, dimengerti. Benar-benar hanya aku yang tahu apa yang kau butuhkan selama ini hanyalah sebentuk apresiasi, atas semua yang telah kau korbankan. Bukan, bukan berupa tropi yang terbuat dari emas 24 karat dan bertaburkan berlian. Kau hanya mendambakan apresiasi yang berwujud pengertian.


Gita Siswari

Saturday, May 28, 2011

[Lirik] Should I 'Say What I Wanna Say'?

Take it easy my friend
Grab the chance while you can
It's time for us to move on
Let the world sing you a song

Take it easy my friend
Wipe the tears from your eyes
Theres a magic in the air tonight
High in the light of your sky

You've got to do what you wanna do
Say what you wanna say
And don't be afraid
As long as everybodies happy
And everybodies feeling okay
You've got to do what you wanna do
Say what you wanna say, now

Make it easy my friend
Cause the sour will come down
Just be true to yourself
Everything will be alright

Take it easy my friend
Wipe the tears from your eyes
Theres a magic in the air tonight
High in the light of your sky

(Do What You Wanna Do - MOCCA)


Gue setuju banget sama apa yang tersurat di dalam lagu ini. But, the problem is.. what if everybodies not feeling okay? Should I 'say what I wanna say'?

Saturday, May 21, 2011

[Memoar] Lucky Girl

Untuk kamu, perempuan yang merasa beruntung.
Kamu bukan perempuan yang beruntung. Tapi, kamu perempuan yang sangat beruntung. A very lucky girl to have such a boy like him. That boy was fell in love with you, not with me. Eventhough I gave him all part of my heart, I always know, he'll never give me a part of his. So, please, protect him. Don't let him go. Karena mulai sekarang, I'll try to take him out from my mind.. and my heart.


A girl who (have been) adore your boy so mucccch

Gita Siswari

Tuesday, April 26, 2011

[Random Thought] Ternyata Benar...

...kegagalan bukan sesuatu yang buruk, yang harus kita cacimaki, kita tangisi kedatangannya. Tapi, kegagalan adalah sesuatu yang indah, bahkan lebih indah daripada keberhasilan itu sendiri.

Mungkin kata-kata diatas terlihat begitu klise. Gue juga punya pemikiran yang sama sebelumnya. Iya, sebelum gue ngerasain sendiri gimana kegagalan bisa disebut 'indah'.
Gue bukan orang yang punya kelebihan khusus, sama halnya dengan muka gue yang pas pasan, otak gue masih jauh dari kata cemerlang. Layaknya orang berotak pas-pasan lainnya, gue jarang banget dapet nilai yang memuaskan. PR, tugas, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, kebanyakan hasilnya udah bisa gue tebak. Yap! Pasti nilai yang gue dapet nggak akan pernah jauh jauh dari standar kelulusan atau bahkan jauh dibawah standar kelulusan. Dan, ya, gue selalu puas sama apa yang gue dapet, karena itu hasil jerih payah gue, kemampuan gue emang segitu. Walaupun kadang emang nyesek, tapi mau diapain lagi?

Tapi, tau nggak sih? Gue bisa seneng banget kalo dapet nilai 8 atau (kalo beruntung) 9 untuk mata pelajaran yang nggak gue kuasain sama sekali. Contoh kecil, waktu itu ada tugas biologi. Gue tau banget nih kalo guru biologi gue terlalu banyak nuntut. Tapi, yaudahlah gue ngerjain, pasrah, malah terkesan nggak niat. Toh gue nggak terlalu berharap banyak sama nilai nilai biologi. Tugas dikasih dua minggu sebelum dikumpulin, tapi gue baru ngerjain sehari sebelum dikumpulin. Sepenuhnya salah gue kalo nantinya guru biologi nggak puas sama hasil kerja gue. Tapi ternyata Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Gue nggak tau itu guru gue sadar apa nggak ngasih nilainya, yang jelas di lembar kerja gue tiba-tiba terselip angka 90. WOW! Bisa bayangin nggak senengnya kayak apa?! Mungkin itu nilai biologi terbaik yang pernah ada selama gue SMA.

Lain cerita kalo lo adalah orang yang terbiasa sama nilai sempurna. Nilai sempurna itu kayak makanan sehari hari lo. Tapi.. nggak selamanya orang ada diatas. Lo pasti bakal ngalamin juga apa yang namanya kegagalan, layaknya gue yang ngalamin keberhasilan. Walaupun gue nggak pernah ngerasain, tapi gue tau banget tipikal orang yang kayak gitu. Sekalinya dapet nilai jelek, lo bakal ngerasa 'Ini ya yang namanya akhir kehidupan?' Oke itu lebay. Lo bakal down, lo bakal ngerasa kalo nilai jelek lo itu bakal bikin lo dicemooh sama orang orang. Padahal sebenernya masih banyak temen temen lo yang nilainya lebih buruk daripada lo. Hey, lo nggak bisa nganggep kegagalan itu sesuatu yang buruk. Kegagalan itu cuma test kecil dari Tuhan. Tuhan mau ngeliat seberapa siapnya lo buat jadi juara. Juara yang sebenernya itu nggak akan nyerah walaupun ternyata dia kalah. Kegagalan itu harusnya bisa memotivasi lo buat jadi lebih. Kalo baru dikasih satu kegagalan aja lo udah jerit-jeritan ngeluarin airmata, berarti lo emang nggak pantes buat jadi orang yang sukses. Buat apa lo punya otak yang cemerlang, kalo mental lo tempe?




Gita Siswari

Tuesday, November 16, 2010

[Memoar] 'HOME'

Hati memang tak bisa berbohong.
Ketika kau berusaha keras untuk menutupi apa yang kau butuhkan, sebenarnya itu adalah hal yang paling salah.
Ketika kau mencoba untuk menerima kenyataan yang ada, ya, itu memang sudah sewajarnya.
Tapi bagaimana dengan hatimu?
Kau berusaha untuk tidak mengeluh.
Tapi ketika kau kembali ke 'rumah' yang lama, pasti hatimu akan menjerit seperti ini :
"Hey! 'Rumah'ku disini! Bukan disana! Aku bagian dari ini!"
Tapi kenyataan kembali memukulmu telak di kepala.
Kau sadar bahwa inilah kenyataan yang harus kau terima.
Hingga yang tersisa hanya rasa rindu dan pilu.
Ini terlalu sulit, ketika kau menyadari 'rumah'mu yang sekarang bukanlah 'rumah' yang kau butuhkan.
Bukanlah 'tempat' yang nyaman.
Masih bisakah kau menerima kenyataan?
Sekarang kau ada ditengah dengan perasaan gundah sebagai selimut.
Aku tahu! Kau pasti beranggapan bahwa yang kau inginkan tak selalu yang butuhkan. Tapi.. HEY! Yang kau butuhkan itu selalu yang kau inginkan.
Oke, tidak semuanya.
Tapi dalam kasus ini kita pakai yang kau butuhkan itu yang selalu kau inginkan.
Dan kau hanya menekan egomu karena terhanyut dalam statement pertama.
Ayolah kawan, hanya kau yang mengerti dirimu! Jangan paksa orang lain untuk mengertimu jika kau sendiri belum tahu apa yang kau inginkan dan apa yang kau butuhkan!
Tapi sampai sekarang aku masih belum bisa menyelesaikan masalahmu ini kawan.
Jangan berusaha terlihat 'sok kuat' jika kau ingin menangis.
Menangislah.

"And the tears come streaming down my face.."




NB : Tulisan di atas adalah kenyataan yang gue alami. Gue bikin tulisan itu mungkin untuk menghibur diri sendiri. 'Rumah' yang gue sebut diatas itu sekolah gue. Rumah lama adalah SMP tercinta. Ya, gue selalu berusaha buat nerima kenyataan kalo gue bukan lagi siswi SMPN 12 Bekasi, tapi siswi SMAN 5 Bekasi. Disaat temen temen gue ngeluh, "Ah mau pindah sekolah!" gue nggak. GUE SELALU BERUSAHA NERIMA. Tapi pas minggu kemaren gue ke 12, rasanya kayak gue balik ke rumah gue, rumah yang sebenernya. Gue ngerasa kalo gue masih jadi bagian SMPN 12 Bekasi. Dan ya, itu baru berasa pas hari senin, gue ngerasa asing sama 5. Gue kayak nggak punya semangat sekolah, nggak kayak biasanya. Gue nangis. Oke, mungkin menurut kalian ini berlebihan. Tapi, setelah itu gue ngerasa sedikit lega. Seenggaknya sekarang gue mau lebih berusaha lagi buat bikin 'rumah' baru gue ini jadi kayak 'rumah' lama gue.

Saturday, October 23, 2010

For you, Mr.Nandang.

Walaupun telat, tapi rasanya gue harus nulis ini di blog gue.
10.10.10
Harusnya hari itu jadi hari yang berkesan untuk dikenang. Layaknya anak anak labil yang lain, yang pengen ada sesuatu yang berkesan di tanggal yang bagus itu. Tapi gue? Nggak. Oke, tanggal itu emang akan gue kenang selalu. Tapi bukan kenangan yang bakal bikin gue senyum senyum kalo inget. Bukan juga kenangan yang bisa bikin gue ketawa. Tapi kenangan yang mungkin bakal bikin gue nangis. Di tanggal itu, gue kehilangan seorang pahlawan, Pak Nandang. Mungkin di mata orang lain Pak Nandang cuma seorang guru matematika. Tapi buat gue, beliau adalah guru dari segala guru.

Gue nangis? Pasti. Bisa kalian bayangin gimana rasanya kehilangan orang yang kalian sayang, orang yang paling berjasa dalam hal pendidikan kalian? Itu yang gue rasain. Kalo bukan karena Pak Nandang, gue nggak mungkin ada di SMA 5. Terlebih lagi Pak Nandang itu walikelas gue. Astagaaaaaaa!

Seminggu yang lalu gue mimpiin Pak Nandang. Di mimpi gue itu beliau datengin gue. Minim omongan, murah senyum. Gue nangis, Pak Nandang cuma senyum. Disitu gue bilang terima kasih ke Pak Nandang Sambil nangis nangis. Sampe gue pas gue bangun pun itu masih berasa gue nangis. Mungkin Pak Nandang mau nemuin gue dulu kali ya.

Pak Nandang bukan seorang yang 'berada', tetapi beliau selalu memberi ketika ada seseorang yang lebih membutuhkan. Pak Nandang hanya seorang yang sederhana. Tapi kesederhanaannya itu yang membuat beliau men
jadi luar biasa di mata setiap anak didiknya. Setiap upacara, Pak Nandang nggak ragu ragu buat ngehukum siswa yang bercanda sambil bilang, "Kalian ini penghianat bangsa!!!" Suaranya yang menggelegar itu pasti lang
sung bikin murud muridnya diem.

Pak Nandang boleh keras kalo diluar, tapi kalo lagi ngajar Pak Nandang bisa berubah 180 derajat! Dulu gue bukan anak SMP yang cinta sama pelajaran matematika. Bahkan gue cenderung nggak suka sama pelajaran matematika yang nggak pernah lepas dari kata 'susah'. Tapi Pak Nandang ngubah pandangan gue tentang matematika. See, nilai matematika di ijazah gue 8.75. Bukan angka yang bagus kalo kalian bandingin sama anak anak jenius. Tapi itu angka yang lebih dari cukup buat anak yang nggak suka sama matematika macem gue. Itu berkat siapa? Pak Nandang.

Pak Nandang nggak kayak guru kebanyakan. Pak Nandang nggak pernah bawa satu buku pun kalo ngajar. Pak Nandang selalu bawa kunci motornya kemana mana. Pak Nandang orang yang keras. Tapi Pak Nandang bisa berubah jadi lembut juga. Pak Nandang jago ngelukis. Pak Nandang jago main gitar.

Itu cuma sebagian kecil dari figur Pak Nandang. Tapi gue yakin, figur yang pasti melekat banget di Pak Nandang itu adalah..

Pak Nandang is the trully hero :)



We'll always love you, HERO :')

Sunday, August 22, 2010

[Memoar] Perjuangan

Hulaaaaaaaaaaa!

Kangen gue nge-blog!
Terakhir gue nge-blog itu sekitar tanggal... 25 July dan sekarang adalah tanggal... 22 Agustus! Hampir sebulan gue nggak nge-blog, WOW!
There are many things that I wanna tell. OK, lets start with my school life.

Kalo ada orang yang bilang, "SMA itu lebih enak dibanding SMP loh!" maka gue akan menyangkal dengan hati membara dan mata berkaca kaca ingin menangis. Honestly, buat gue SMA itu sama sekali nggak 'enak' (Yah, kecuali bagian kumpul sama temen temen). Mungkin kata 'enak' ini masih berlaku buat anak anak yang sekolah di sekolah biasa. Tapi nggak buat gue yang notabene sekolah di SMA yang punya title RSBI. Uhm, disini gue nggak maksud sombong ya, gue cuma mau ngeluarin unek unek gue semenjak sekolah di sekolah LUAR biasa ini. Awal masuk gue masih biasa aja, malah SMA ini bisa dibilang lumayan 'longgar' dibanding SMP gue dulu. Kalo di SMP, semua murid wajib pake gesper sama dasi, di SMA cuma diwajibkan pake gesper doang. Terus sepatu. Di SMP, gue wajib pake sepatu hitam dengan model emmm apa itu namanya? NB kalo nggak salah. Di SMA, sepatu bebas asalkan warna hitam. Di SMP, dateng telat 10 menit udah disuruh pulang. Di SMA, dateng telat 10 menit masih boleh masuk. Tapi kalo buat urusan pelajaran, beeeeeeh nggak usah ditanya deh! Guru nggak ada yang ngaret. PR menumpuk, tugas menggunung. Belom lagi pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi yang pake 2 bahasa (Bilingual). MasyaAllah, pake bahasa Indonesia aja belom tentu bisa, ini lagi bilingual! Kebayang? Temen temen yang kelewat rajin sampe sampe gue ngerasa jadi orang paling males dikelas. Satu lagi. Jarak antara sekolah ke rumah gue yang jauhnya astagadragonball banget! FYI, gue berangkat sekolah jam setengah 6 atau paling lambat jam 6 kurang 15 menit. Pulang sekolah gue baru bener bener nyampe itu jam setengah 4 itupun paling cepet. Paling lama tuh gue bisa nyampe rumah jam 5 lewat. Bisa bayangin gimana gue bisa ngerjain tugas yang minimal butuh waktu 4 jam buat nyeleseinnya? Silahkan bayangkan!

Hhhhhh, udah sering banget gue ngeluhin ini ke nyokap gue. Setiap gue pulang sekolah, nyokap pasti langsung nyiapin kuping buat dengerin gue ngedumel. Sampe bokap gue pernah bilang gini, "Kamu tuh masuk situ test kan? Kamu test perlu usaha nggak? Harusnya kamu tuh ngejalaninnya seneng karena kamu butuh usaha buat masuk sana! Jangan ngedumel terus!". Gue jawab, "Aku masuk situ karena beruntung!" Tapi ya jelas itu cuma gue jawab di dalem hati.

Kurang panjang nggak sih keluhan gue? Kurang kali ya? Kapan kapan deh gue ngeluh lagi.
Btw, gue belom cerita ya tentang kelas baru gue? Di SMA ini gue di tempatkan di kelas......



Yak! 10.6! Dan gue rasa, gue udah mulai bisa beradaptasi sama kelas ini :)
So, buat postingan selanjutnya mungkin gue bakal nyeritain tentang 10.6


JAA NEEEEEEE!