Tuesday, September 8, 2015

[Memoar] 1460 hari

Kamu tidak pernah memberiku mawar atau lili di hari penting kita. Tidak juga rela membuang waktumu di perjalanan Malang-Bandung hanya untuk bertemu denganku selama delapan jam. Aku selalu merajuk dan mengatakan bahwa kamu bukan pria yang romantis. Dan kamu selalu mengiyakan sambil tertawa mengejek. Tapi ketika kamu mengatakan bahwa aku adalah kebiasaanmu yang tidak bisa kamu ubah, mawar atau lili tidak lagi ada di bayanganku. Jangan tanya padaku kapan kamu mulai memasuki hatiku. Apalagi bertanya mengapa aku masih mau bertahan denganmu memerangi jarak. Karena yang aku tahu sekarang hanyalah kamu, sebagai pusat duniaku.

Terima kasih untuk 1460 hari yang penuh warna, Ba. Aku tidak sabar menanti ribuan hari lainnya, dengan kamu yang menawarkan warna baru untukku.

Wednesday, August 26, 2015

[Reka] Pelangi

Ketika waktu sudah berjalan terlampau jauh, berhentilah mengejarnya
Dia, hanya bagian dari waktumu yang mustahil kembali
Tapi aku, adalah bagian dari waktumu yang tengah berjalan
Seperti rintik hujan yang tak mungkin kembali ke langit setelah menerpa tanah
Tak apa jika aku harus melihatmu dibasahi oleh hujan kenangan
Namun setelahnya, biarkan aku menjadi pelangimu
Memelukmu dengan warnaku



Gita Siswari

Thursday, July 23, 2015

[Reka] Mudah, Untukmu

Aku tidak apa-apa. 

Kata yang selalu ku ulang dalam hati ketika mataku bertemu dengan matamu. Kamu melempar senyum yang melampaui batas wajar keindahan. Aku memalingkan muka, kamu mengernyitkan dahi.

Jangan kembali.

Kata yang selalu ku ulang dalam hati ketika kamu menanyakan kabarku. Apakah penting bagimu untuk tahu bagaimana aku menjalani hari, setelah petang itu kamu memutuskan untuk tidak lagi berjalan ke arah yang sama denganku?

Seandainya.

Kata yang selalu ku ulang dalam hati ketika aku ingin sekali kamu merasakan luka yang sama denganku. Agar kamu mengerti bahwa sulit untuk bernapas ketika kamu didekatku. Agar kamu tidak lagi mengusikku.

Aku benci kamu.



Gita Siswari