Thursday, October 24, 2013

[Random Thought] Mesin Waktu?

    Pernah nggak sih kalian sadar akan satu hal setelah nonton film/drama? Saya sih sering banget-banget-banget. Barusan aja saya nonton drama korea (Yes, I do love watching K-Drama!) yang judulnya Future Choice. Dan pikiran saya serasa diketuk.
    Disitu ada quotes "Fate is still fate". Mungkin kalimat itu udah banyak banget bertebaran di timeline twitter kalian. Tapi.. pernah nggak sih kalian 'masuk' ke dalam kalimat itu?
    Iya, saya tau takdir tetaplah takdir. Kalian juga pasti tau. Tapi, pastiiiii, pasti banget saya dan kalian pernah berharap (walaupun cuma setitik), "Bisa nggak sih waktu diulang lagi?".
    Nahloh, harusnya kalau kalian udah tau arti dari "Fate is still fate" kalian nggak bakal mikir gitu. Kenapa? Karena takdir tetaplah takdir. Haha. Gini gini, kalau kalian udah ditakdirkan untuk sesuatu hal, misalnya ketemu sama seseorang. Tapi di kemudian hari kalian merasa menyesal dan merasa kalau pertemuan kemarin itu salah besar. Terus kalian berharap bisa ngulang waktu dan menghindar supaya nggak ketemu sama orang itu. Ya kan? Itu.Nggak. Akan. Berhasil.
    Fate is still fate. Takdir tetaplah takdir. Sekuat apapun  kalian berusaha ngerubah takdir, it wouldn't change. Sumpah, itu nggak akan berubah. Yang berubah cuma jalannya.
    Ibaratnya kayak rumah. Jalan menuju rumah kalian nggak mungkin kan cuma satu? Pasti ada alternatif-alternatif lain yang bisa kalian lewati. Tergantung kalian mau pilih yang mana. Mau pilih jalan yang muter? Jalan yang paling cepet? Atau mau jalan-jalan dulu? Sama halnya kayak takdir, kalian mau sampai ke takdir itu lewat jalan yang mana.
    Mesin waktu? Saya rasa nggak perlu :)
    ..dan manusia, harusnya nggak usah repot-repot bikin hal kayak begitu, because fate is still fate.

Monday, October 14, 2013

[Memoar] Worst Feeling Ever



Buat aku, yang berat itu bukan hubungan jarak jauhnya. Tapi dimana ketika aku pulang, bertemu denganmu, dan kemudian aku kembali merasakan hal yang sama seperti 2 bulan lalu. Aku benci saat aku harus mengulang perasaan itu lagi. Saat kamu berdiri di depan rumahku dan berucap 'Sampai bertemu lagi.', hey, aku perempuan biasa. Tak mungkin aku hanya menjawabmu dengan kalimat balasan yang sama. Minimal, ada airmata atau sekedar rengekan kecil yang membuatmu tinggal lebih lama, walaupun hanya 3 menit. Dan bagian yang paling aku benci adalah saat dengan terpaksa aku harus melambaikan tangan kearahmu, 'Hati-hati ya, Ba.'.